OPTIMALISASI PEMBUDAYAAN GERAKAN ANTI KORUPSI DALAM PENCEGAHAN KORUPSI DI PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR

Zulkifli Zulkifli

Abstract


ABSTRACT

The Anti-Corruption Movement is a movement that remains relevant to be promoted, especially since there are still many perpetrators who have been caught red-handed (OTT) by law enforcement officials (KPK). This study intends to reveal the relationship between two variables, namely the Culture of the Anti-Corruption Movement in Corruption Prevention and the locus in the PPSDM Aparatur. This study aims to determine the process of anti-corruption culture and the process of preventing corruption in the prevention of corruption in the PPSDM apparatus. This study uses a quantitative approach with an explanative method, the type of data is quantitative, the sample is determined based on the Slopin method with data collection techniques through a questionnaire, while the data analysis uses descriptive analysis, validity and reliability tests and correlation analysis. The hypothesis of this research is that the more optimal the culture of the anti-corruption movement is, the more effective the prevention of corruption is in the PPSDM Aparatur, which means that there is a positive relationship between the variables of the culture of the anti corruption movement and the variable of preventing corruption.

 

ABSTRAK

Gerakan Anti Korupsi menjadi gerakan yang tetap relevan untuk digalakkan terlebih masih banyaknya pelaku yang tertangkap tangan (OTT) oleh aparat penegak hukum (KPK). Penelitian ini hendak mengungkap hubungan yang terjadi antara dua variable yaitu Pembudayaan Gerakan Anti Korupsi dalam Pencegahan Korupsi dengan lokus di PPSDM Aparatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses Pembudayaan Anti Korupsi dan proses pencegahan korupsi dalam Pencegahan Korupsi di PPSDM Aparatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatif, jenis datanya kuantitatif, sampel ditentukan berdasarkan metode Slopin dengan teknik pengumpulan data melalui angket/kuesioner sedangkan analisis data dengan melakukan analisis dekriptif, uji validitas dan realibilitas serta analisis korelasi. Adapun hipotesis penelitian ini adalah semakin optimal pembudayaan gerakan anti korupsi maka semakin efektif pencegahan korupsi di PPSDM Aparatur yang berarti terdapat hubungan positif antara variabel pembudayaan gerakan anti korupsi dengan variabel pencegahan korupsi.


Keywords


Pembudayaan, Pencegahan, Anti Korupsi, Korupsi

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK

Alatas, Syed Hussein, 1986, Sosiologi Korupsi, Jakarta, LP3S.

Friedman, Lawrence.M, 1975, The Legal System, A Social Perspective, Newyork,

Rusel Sage Foundation.

Masdiana Erlangga, 26 Agustus 1999, Korupsi Dalam Wajah Politik Kekuasaan,

Jakarta, Kompas.

Muladi, tanpa tahun, Kapita Selekta Sistem Peradilan Pidana, Universitas Diponogoro.

Nawawi, Barda Arief, 1996, Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana, Bandung, Citra

Aditya Bakti.

Neltje, Jeane Saly, Maret 2007, Harmonisasi Kelembagaan Dalam Penegakan Hukum

Tindak Pidana Korupsi, Jurnal Legislasi Indonesia Vol. 4 No. 1, Ditjen Peraturan

Perundang-Undangan DEPKUMHAM.

Ubbe, Ahmad, Maret 2007, Implikasi Putusan Bebas Dalam Perspektif Hak Asasi

Manusia, Jurnal Legislasi Indonesia Vol. 4 No. 1, Ditjen Peraturan PerundangUndangan DEPKUMHAM.

Aprillani Arsyad, SH. MH., Membudayakan Gerakan Anti Korupsi Dalam Rangka

Penanggulangan Korupsi Di Indonesia, sumber dari internet (https://onlinejournal.unja.ac.id/ jimih/article/view/201).




DOI: https://doi.org/10.52596/ja.v5i2.106

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Jl. Cisitu Lama No. 37 Bandung Tlp. 022 - 2502428 Fax. 022 - 2506224 Email : info.ppsdma@esdm.go.id